Postingan

Teruntuk RCO

Gambar
Senang rasanya bisa mengikuti Reading Challenge ODOP sampai level terakhir dengan selamat (semoga, karena saat menulis ini pengumuman kelulusan belum muncul). Terima kasih Mas Lutfi dan Mbak Sovia yang sudah merelakan waktu, tenaga, pikiran, dan perasaan demi berlangsungnya program RCO. Ini adalah kali kedua saya mengikutnya, yang mana sebelumnya saya sudah gagal di pekan pertama hehe. Tapi jika dibandingkan dengan yang dulu, saat ini sistemnya lebih teratur. Salah satunya yaitu di awal sudah diberitahu jenis buku apa saja yang akan dijadikan challenge, jadinya peserta bisa mempersiapkan jauh-jauh hari.

Kesan mengikuti RCO itu campur-campur. Saya sering terkagum-kagum dengan kecepatan membaca teman-teman yang lain. Terus judul-judul buku yang mereka pilih beraneka ragam, jadinya makin menyadari diri ini sungguh perlu banyak membaca lagi. Beratnya itu mungkin ketika dapat challenge yang jenis bukunya “nggak gue banget” jadi ogah-ogahan. Tapi beruntungnya bebas pilih judul jadi ya bisa s…

Dinginnya Romansa Daerah Salju

Gambar
Alasan saya memilih buku berjudul Daerah Salju karya Yasunari Kawabata sebagai bacaan buku peraih Nobel sastra pada tantangan terakhir ini adalah karena jumlah halamannya yang tidak begitu tebal (terlalu jujur). Kadang jumlah halaman saja tidak menjamin cepat atau lambatnya proses membaca, sebelumnya saya mencoba menikmati kumpulan cerpen Alice Munro (peraih Nobel sastra 2013) yang berjudul Dear Life. Satu hari hanya berhasil menyelesaikan satu judul (28 halaman) dan itu harus diulang-ulang agar paham karena gaya terjemahannya menurut saya perlu perjuangan lebih untuk dimengerti. Nah saat membaca sekilas Daerah Salju, pikiran saya mengkonfirmasi sepertinya sanggup menamatkannya jadinya saya pilih deh.



Selanjutnya yaitu karena banyak istilah Jepang di cerita ini, boleh lah sedikit-sedikit belajar bahasa Jepang. Meskipun harus bolak-balik ke halaman belakang untuk melihat terjemahan setiap katanya, tapi cukup worth it kok.
Daerah Salju mengisahkan tentang hubungan antara seorang laki-lak…

Biografi Singkat Oscar Wilde

Gambar
Pada postingan sebelumnya saya telah membahas tentang buku berjudul The Happy Prince and Other Tales. Nah kali ini saya akan berceloteh sedikit tentang si penulis cerita tersebut. Dia bernama lengkap Oscar Fingal O’Flahertie Wills Wilde.


Novelis, dramawan, penyair, dan cerpenis ini lahir pada 16 Oktober 1854 di Westland Row, Dublin Republik Irlandia. Ayahnya, William Wilde,  adalah seorang dokter spesialis mata dan telinga yang ternama. Atas jasanya dalam penyusunan sensus statistik medis pada tahun 1841 hingga 1861 dia mendapatan gelar kebangsawan Sir. Hingga namanya menjadi Sir William Wilde.
Ibu Oscar Wilde bernama Jane Francesca Elgee, seorang penulis puisi terkenal dengan nama samaran “Speranza”. Dia juga linguis berbakat yang menguasai beberapa bahasa Eropa utama. Jane menerjemahkan novel horor gothic karya Wilhelm Meinhold yang berjudul Sidonia Sang Penyihir. Kegemaran Oscar dalam membaca karya terjemahan tersebut yang akhirnya mempengaruhi sisi gelap karya-karyanya.
Oscar Wilde m…

The Happy Prince and Other Tales

Gambar
Judul           : The Happy Prince and Other Tales Penulis        : Oscar Wilde Penerbit      : PT Gramedia Pustaka Utama Tebal           : 136 halaman



The Happy Prince mengisahkan tentang sebuah patung seorang pangeran yang sangat indah.Dua batu safir berkilauan sebagai matanya, tubuhnya ditutupi helaian dedaunan yang terbuat dari emas dengan hiasan batu-batu permata dan sebuah batu rubi bersinar di pangkal pedangnya. Orang-orang menyebutnya Pangeran Bahagia. The Happy Prince never dreams of crying for anything.
Pada suatu malam datang seekor burung layang-layang yang singgah untuk beristirahat, ia sebenarnya hendak menyusul teman-temannya ke Mesir. Saat merebahkan kepala, tiba-tiba setetes air jatuh di tubuhnya. Awalnya ia mengira itu hujan, cuaca di Eropa Utara memang buruk pikirnya. Namun saat tetesan ketiga burung layang-layang mendongakkan kepala, ternyata patung Pangeran Bahagia sedang menangis.
Saat ditanya penyebabnya,patung itu menjawab bahwa semasa hidupnya pangeran tidak mengen…

Cerdas Memilah Pengalaman Orang lain

Gambar
Anyeonghaseo ... Rasanya sudah lama sekali tidak menulis bebas di blog, kok ada kangen-kangennya gitu ya hehe. Baiklah izinkan saya curhat ceria ya, semoga bisa diambil hikmahnya bersama.

Pernah tidak sih mendengar ucapan, “Ngapain sih sekolah tinggi-tinggi toh ujung-ujungnya di rumah juga?” (apalagi bagi perempuan). Atau kalimat yang seperti ini, “Tuh si A Cuma sekolah sampai SD (pendidikan rendah) juga bisa kaya (sukses), ngapain susah-susah kuliah.” Kalau kalimat-kalimat itu belum mendarat di telinga Anda, selamat Anda beruntung. Karena efeknya bisa bikin ngedumelsebelgimana gitu (kalo saya pribadi sih gitu). Apalagi kalau sudah ada contoh konkritnya, misalnya ada tetangga yang mengalami nasib seperti itu. Duh makin menggebu-gebu deh semangat orang jahil mencuci otak kita (kok terdengar kejam ya).
Memang sih setiap orang bebas berpendapat dan cara berpikir pun berbeda-beda. Tergantung alasan pribadi masing-masing. Misalnya saja mungkin ada yang berpikir mending uang buat biaya kuliahn…

Amerika Kalah Perang Gara-gara Indonesia

Gambar
Dalam tantangan RCO (Reading Challenge ODOP) level 3 ini saya memilih membaca buku sejarah berjudul Gara-gara Indonesia karya Agung Pribadi. Menurut saya ini adalah buku yang mampu meningkatkan rasa bangga kita terhadap tanah air.Bagaimana tidak, ternyata banyak sekali kejadian di dunia ini yang disebabkan oleh negara Indonesia. Tidak hanya manusianya tetapi juga alamnya banyak mempengaruhi sejarah dunia.
Awalnya saya tidak banyak tahu bahwa salah satu sebab ditemukannya Amerika oleh Christopher Columbus adalah Indonesia, Amerika kalah perang di Vietnam karena Indonesia, Napoleon kalah perang karena Indonesia, Perancis kalah perang di Aljazair gara-gara Indonesia, dunia bebas malaria karena Indonesia, petronas menjadi perusahaan paling untung di Asia gara-gara Indonesia, Lakshmi Mittai masuk menjadi orang terkaya di dunia juga karena Indonesia dan masih banyak lagi fakta lainnya yang membuat saya semakin cinta dengan Indonesia. Karena sedang mencari-cari motivasi untuk tetap menulis, m…

Mimpi

Semilir angin membuat ujung kemeja kotak-kotaknya berkibar. Memberikan sensasi dingin saat menerpa punggungnya yang basah karena keringat. Sesekali ia menyeka peluh di pelipis sebelum terjatuh. Tak henti-hentinya ia tertawa melihat tingkah bocah-bocah yang memiliki segudang akal untuk menobatkan kelompok mereka menjadi pemenang dalam bermacam kompetisi pagi ini. Meskipun hadiahnya hanya berupa kalung chiki, atau selempang wafer coklat yang harganya tak seberapa. Tapi sepertinya semangat untuk jadi juara yang ia sulut saat acara pembukaan tadi terpatri jelas oleh rombongan berkaos itu.

“Kartini, kamu istirahatlah sebentar dari tadi mondar-mandir seperti tak ada habisnya saja tenagamu ini,” seru seorang laki-laki bertubuh ceking yang biasa ia sapa Kak Bay. “Tanggung Kak, toh setengah jam lagi game berakhir.” “Justru itu, bukannya kamu harus mendongeng saat anak-anak berkumpul nanti?” “Tapi ...” “Sudahlah Kartini, siapkan saja alat peragamu, dan itu cuci mukamu sana, Ratu Dongeng harus cantik…